Review: Samsung Galaxy S4 GT-i9500

main_mid

Tanggal 2 Mei lalu, Samsung secara resmi mengumumkan peluncuran Samsung Galaxy S4 di Indonesia. Meski dianggap membosankan, apalagi dengan desain dan bahan bodi plastik yang tidak beda jauh dengan pendahulunya, Galaxy S III, namun smartphone flagship Samsung untuk tahun 2013 ini memang ditunggu banyak orang, menyusul kesuksesan seri-seri Galaxy S sebelumnya. Untuk jeroan, SGS4 sudah menggunakan spek terkini, seperti prosesor Exynos 5 dengan dua buah prosesor quadcore, RAM 2GB, layar Super AMOLED 4,99 inci Full HD 1920 x 1080 piksel dengan kepadatan piksel 441 ppi, kamera utama 13MP serta batere berkapasitas 2600mAh. Untuk fitur-fitur, seperti biasa Samsung mendandani flagship-nya dengan bejibun fitur unik bawaan, seperti fitur Dual Camera yang bisa memotret berbarengan, Drama Shot, dan Sound & Shot. Galaxy S4 memiliki teknologi untuk memudahkan kegiatan sehari-hari, dengan fitur Group Play, Air Gesture, Air View, Smart Pause serta Smart Scroll, S Translator dan S Health. Samsung membanderolnya dengan harga Rp. 7499.000, apakah harga tersebut sebanding dengan performanya secara keseluruhan? Tunggu review selengkapnya hanya di TeknoUp.com.
.
Paket Penjualan

  • Dus
  • in-ear stereo headset + earbud beberapa ukuran
  • Charger
  • Kabel data Micro USB

.
.
Desain dan Bodi
Tidak bisa dipungkiri, desain Galaxy S4 memiliki kemiripan yang sangat kentara dengan Galaxy S III. Desain melengkung yang diklaim untuk manusia, sudut-sudut yang melengkung, tombol Home di bawah layar, dan desain keseluruhan, yang juga merupakan signature Samsung saat ini. Jika Anda melihat sekilas, mungkin Anda tidak bisa membedakan mana SIII mana S4. Perbedaan yang paling kentara adalah pola-pola berbentuk belah ketupat di seluruh bodi ponsel, dan bezel silver dari plastik yang sedikit lebih tebal. Secara keseluruhan, bahkan feel menggenggamnya pun ala SIII, enak digenggam karena sudut-sudut melengkungnya, kelemahannya pun sama, bahan plastik glossy membuat ponsel ini cukup licin, hati-hati jika tangan Anda mudah berkeringat. Feel premium seperti pada Sony Xperia Z dan HTC One tidak akan Anda dapatkan di SGS4, meski tidak terasa murahan juga, build quality pun termasuk sangat bagus. Satu lagi, casing belakang lebih rata dari S III. Meski menggunakan layar 5 inci, lebih besar dari S III (4,8 inci) namun nyatanya S4 lebih tipis dan ringan dari pendahulunya, meski tidak terlalu jauh perbedaannya.

1069_27941_1_mid 1069_27942_1_mid 1069_27943_1_mid

Di atas layar, ada beberapa sensor maupun pernik-pernik. Ada lampu LED notifikasi, sensor proksimitas, sensor untuk fitur gesture, sensor cahaya dan kamera depan 2MP. Masih ditambah dengan earpiece dan logo Samsung, membuat bagian ini terlihat agak terlalu ramai, apalagi perangkat yang kami review berwarna putih. Di bawah layar 5 inci ada tombol Home yang diapit dua tombol sentuh Menu dan Back, ini merupakan ciri tradisional Samsung Galaxy. List yang berwarna silver di sekeliling ponsel lebih tebal dan besar dibanding SIII, memberi kesan kokoh, padahal tetap terbuat dari plastik. Tombol volume ada di sisi kiri, sementara tombol power/lock di sisi kanan. Port micro USB di bawah, sementara jack audio 3.5 mm di bagian atas. Di bagian belakang casingnya bisa Anda lepas, untuk kemudian mengganti batere, kartu micro SIM dan micro SD.

1069_27945_1_mid 1069_27944_1_mid

Layar
Jajaran Samsung Galaxy S selalu menggunakan layar tipe Super AMOLED, demikian juga dengan S4. Ponsel ini menggunakan layar Super AMOLED 5 inci dengan resolusi 1920×1080 piksel alias Full HD, resolusi yang menjadi fitur unggulan beberapa smartphone kelas atas di tahun 2013 ini. Meski layar masih menggunakan Pentile Matrix yang hanya terdiri dari 2 subpiksel (layar tipe lain menggunakan RGB 3 subpiksel), namun kepadatan pikselnya yang mencapai 441 piksel per inci, membuat layar terlihat sangat tajam.
.
Untuk kualitas layar, dari segi tingkat kontras dan kepekatan warna hitam tidak perlu ditanyakan lagi, layar jenis OLED memang nomor satu untuk kedua hal tersebut. Untuk kecerahan layar mungkin kalah dengan layar tipe LCD / IPS, namun, layar S4 diklaim lebih natural dibanding tipe Super AMOLED lain. Tingkat saturasi masih tinggi, warna yang muncul juga masih sangat eye candy, tidak terlalu terang dan tetap adem meskipun menggunakan tingkat kecerahan tertinggi.
.
Jika Anda kurang suka dengan karakteristik layar OLED yang agak kurang natural, ada beberapa mode pada layar yakni Standart, Dynamic, Professional photo dan Movie. Selain itu Samsung juga menyediakan fitur Adapt Display, untuk memberi tampilan optimal sesuai dengan keadaan ruangan (menggunakan sensor RGB di bagian atas layar) dan aplikasi yang digunakan, jadi tidak hanya memainkan tingkat kecerahan, namun juga tingkat warna / RGB. Ada juga fitur High Touch Sensitivity, yang jika diaktifkan akan meningkatkan sensitivitas layar untuk Anda yang menggunakan sarung tangan tetap bisa mengoperasikan ponsel. Kami menggunakan sarung tangan motor dan memang layar ponsel masih bisa digunakan meskipun sarung tangan tersebut cukup tebal.

1069_27947_1_mid

Inilah perbedaan resolusi 1080p pada Galaxy S4 dan 720p pada Galaxy Nexus:

1069_27949_1_mid

Input dan Kontrol
Untuk metode input teks ada dua jenis yakni Google Voice Typing dan Samsung Keyboard. Fitur yang yang tersedia adalah Predictive text, continous input (seperti Swype), auto capitalization,auto spacing dan lain-lain. Untuk handwriting recognition ada beberapa pengaturan seperti recognition type, ketebalan pen, warnanya dan lain-lain. Jika Anda kurang suka dengan keyboard QWERTY, pada posisi portrait Anda bisa mengubahnya menjadi keypad 3×4 (abc). Melakukan mengetik satu tangan di keyboard QWERTY dalam posisi portrait masih dapat dilakukan, meskipun agak sulit jika menulis kata yang ada huruf dari ujung ke ujung, seperti A ke P, L ke Q, dan saat menulis spasi kadang terpencet V. Maka, dianjurkan mengetik dengan dua tangan jika menggunakan S4.

1069_27890_1_mid

Galaxy S4 dilengkapi dengan berbagai input dan pengontrolan ponsel yang menarik, dengan berbasis gerakan, gesture, maupun yang memanfaatkan kamera depan dan input suara. Fitur-fitur tersebut seharusnya cukup berguna, namun tidak semuanya berfungsi maksimal, tampaknya ke depannya masih harus disempurnakan oleh Samsung. Biasanya fitur-fitur yang berhubungan dengan kamera depan yang kadang tidak berfungsi jika pencahayaan rendah. Masing-masing fitur di bawah ini bisa dinon aktifkan jika Anda tidak membutuhkannya, selain dari menu setting, juga bisa dari bar notifikasi (dengan Quick Toggle).

1069_27893_1_mid

Motion and Gestures:

  • Air Gesture: mengontrol ponsel dengan menggunakan gesture tertentu dengan tangan Anda
  • Motion: mengontrol perangkat dengan gerakan natural, seperti Direct Call (ketika ponsel menerima panggilan, otomatis akan menjawab ketika Anda tempelkan ponsel ke telinga), Zoom pada gambar di galeri dengan gerakan memiringkan ponsel sambil menempelkan dua jari pada layar dan lainnya.
  • Palm Motion: mengontrol perangkat dengan menyentuh layar dengan tangan Anda (ya, tangan, bukan jari) misalnya melakukan screenshot pada layar dnegan menyapukan tangan dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

1069_27892_1_mid

Smart Screen

  • Smart Stay: fitur ini sudah diperkenalkan sejak SIII, fitur ini membuat layar tetap menyala jika Anda menatap layar dengan menggunakan kamera depan secara periodik untuk mengecek mata Anda.
  • Smart Rotation: orientasi layar tergantung pada sudut penglihatan Anda, jadi ketika Anda tidur sambil menyamping, layar tidak akan ikut berputar meskipun Anda menggunakan auto-rotation.
  • Smart Pause: Otomatis menghentikan video sesaat ketika perangkat mendeteksi kalau wajah Anda menjauh atau menengok dari layar. Ketika Anda kembali menatap layar, video kembali dimainkan.
  • Smart Scroll: Layar otomatis tergulung ke atas/bawah ketika Anda mendongak atau menunduk, berlaku ketika menjelajahi web dengan browser bawaan. Ini fitur yang paling sulit diterapkan.

1069_27894_1_mid

Air View
Air View menolong Anda menunjukkan informasi tanpa harus menyentuhkan jari Anda ke layar. Jika di Note II Anda harus pakai S-Pen untuk fitur ini, di S4 cukup tangan Anda saja. Air View memperlihatkan preview saat memutar video, melihat folder dengan album foto, memperlihatkan nama kontak di Speed Dial dan sebagainya.

1069_27897_1_mid

Voice Control

  • Mengontrol ponsel dengan suara, yang bisa Anda lakukan:
  • Menjawab atau menolak panggilan masuk maupun panggilan dari Chat On dengan perintah Answer dan Reject
  • Mematikan alarm dengan perintah suara Stop dan Snooze
  • Menjepret foto di aplikasi kamera dengan perintah Smile, Cheese, Capture atau Shoot.
  • Mengontrol pemutar musik bawaan dengan perintah Next, Previous, Pause, Play, Volume Up dan Volume Down.

1069_27899_1_mid

Phonebook dan Messaging
Dalam menu Kontak terdapat grup dan favorit untuk kemudahan pengelompokkan rekan Anda. Seperti perangkat Android lainnya contact dapat anda sinkronisasikan dengan akun GMail, Facebook, dan lainnya. Untuk kontak baru, beberapa field tambahan yang bisa dipilih adalah ringtone, IM, Email, Postal, Organization, Notes, Nickname, Website dan Internet Call. Ada kemudahan untuk SMS dan menelepon yakni gesture ke samping kanan atau kiri saat memilih sebuah kontak untuk langsung memanggil atau mengirim SMS. Dengan fitur Air View, ponsel akan memperlihatkan nama kontak di Speed Dial ketika Anda mendekatkan jari ke nomor tersebut.

SMS tertampil dalam threaded mode layaknya chatting. Pengaturan pada SMS cukup banyak, antara lain latar belakang dengan gambar dari galeri, limit text message, delivery report, pengaturan SMS, dan ringtone serta notifikasi. Ada juga fitur Lock Message dan Scheduled Message, serta penjaring Spam (bisa memilih nomor tertentu dan frasa kata tertentu). Email didukung dengan Google Mail tampil dengan sempurna dan akan sangat membantu Anda yang pekerjaannya berkutat dengan email. Instant messenger bawaan adalah gTalk, Google+ Messenger dan Samsung ChatOn.

Antar Muka
User interface di Galaxy S4 masih memiliki ciri khas yang didapat sejak TouchWiz di Galaxy S pertama. Jika di SIII temanya adalah Design for Nature, maka di S4 tema keseluruhan ponsel ini adalah Life Companion sehingga sangat banyak fitur yang ditambahkan oleh Samsung, jadi pengalaman ber-Android di ponsel Galaxy S selalu lebih berwarna dibanding Android Standar misalnya. Galaxy S4 sendiri sudah menggunakan Android 4.2.2 Jelly Bean. Performanya sendiri tidak usah dipertanyakan, amat mulus, lag meskipun tetap ada namun sangat minimal kemunculannya. Perangkat keras teratas saat ini ditambah lagi dengan Project Butter pada Jelly Bean memungkinkan performa lancar pada Galaxy S4.
.
Di Lock Screen, Anda bisa menggunakan mode Swipe normal (bisa pilih efek air atau cahaya), atau memilih yang lebih aman, seperti Face Unlock, Face and Voice, Pattern, PIN, dan Password. Anda bisa menampilkan widget berupa aplikasi favorit atau kamera, jam atau pesan personal (bisa Anda ubah sendiri, default-nya Life Companion). Selain widget, Anda bisa menambahkan akses pintas 5 aplikasi utama: Phone, SMS, Google Search, Browser dan Kamera. Di Lock screen Anda masih bisa mengakses bar notifikasi, yang cukup memudahkan untuk langsung masuk ke sebuah aplikasi yang memberi notif, langsung dari lockscreen.

1069_27902_1_mid

Halaman homescreen secara default ada 5 halaman, maksimal 7 halaman, Anda bisa pilih halaman mana yang jadi Home secara default. Keseluruhan halaman ini dapat anda kustomisasi dengan berbagai macam widget, wallpaper, live wallpaper, dan akses pintas aplikasi. Seperti perangkat Android lain, S4 dilengkapi dengan Recent Apps sekaligus task manager yang bisa diakses dengan menahan tombol home selama beberapa detik saja. Task Manager ini dilengkapi tombol tambahan yaitu Remove all yang akan memudahkan Anda untuk menutup seluruh aplikasi yang masih terbuka atau berjalan di background.

1069_27904_1_mid

Bar notifikasi di ponsel ini mungkin adalah yang terbaik ketimbang ponsel Android lainnya. Untuk informasi, ada jam, tanggal, serta akses pintas ke menu Setting. Di bawahnya, ada 5 Quick Toggle utama yakni WiFi, GPS, Sound, Screen Rotation dan Bluetooth. Quick Toggle ini bisa diperluas, ada 20 buah totalnya, dari Mobile Data sampai pengaturan kontrol dan gesture seperti Air View, Air Gesture, Smart Stay, Smart Scroll bisa diaktif/non-aktifkan dari sini. Susunan Quick Toggle, termasuk 5 yang muncul sebagai Quick Toggle utama, bisa diubah sesuka Anda. Di bar notifikasi juga ada pengaturan tingkat kecerahan layar. Menariknya, dalam mode Auto masih ada pengaturan tingkat kecerahan lagi.

1069_27906_1_mid 1069_27907_1_mid

Untuk Menu utama, seperti biasa terbagi jadi Apps dan Widgets. Aplikasi tersusun dalam format 4×5 per halamannya, yang terbagi dalam format horisontal. Anda bisa membuat folder baru dan menyembunyikan sebuah aplikasi dari menu utama. Susunan aplikasi bisa diubah sesuka Anda, maupun disusun secara alfabetis. Jika tidak suka format grid/thumbnail, Anda bisa mengubahnya menjadi format List.

1069_27909_1_mid 1069_27910_1_mid

Menu Setting / Pengaturan kini lebih berbeda, terbagi menjadi 4 kategori yakni Connections (WiFi, Bluetooth, Data dan lain-lain), My Device, Accounts dan More (lokasi, keamanan, manajer aplikasi, batere, storage, waktu dan About). Pengaturan untuk antarmuka sangat lengkap, dari ukuran huruf, jenis huruf, menampilkan persentasi batere,auto rotate, Daydream dan pengaktifan Multi Window.

Samsung tidak menyia-nyiakan spek tinggi pada beberapa perangkatnya dengan menyertakan fitur Multi Windows. Fitur yang juga ada di Note II dan tablet Note ini berjalan cukup lancar, dengan beberapa aplikasi yang mendukungnya seperti galeri foto, pemutar video, browser, Youtube dan sebagainya. Caranya cukup mudah, dengan menahan tombol Back selama beberapa detik, maka di sebelah kiri layar akan muncul aplikasi-aplikasi yang siap untuk dijalankan berbarengan. Lalu, pilih salah satu ikon aplikasi, tarik ke bagian layar yang diinginkan. Ukuran bagian layar yang digunakan sebuah apps bisa Anda tarik untuk lebih besar atau sebaliknya. Performanya mulus, meskipun Anda memutar video Full HD dari pemutar video bawaan berbarengan dengan memutar video HD pada aplikasi Youtube sekalipun. Pastinya, fitur ini akan sangat berguna sebagai fitur penambah produktivitas, dan menjadi nilai plus bagi Galaxy S4 dibanding ponsel flagship lainnya.

1069_27914_1_mid1069_27915_1_mid

Kamera
Dalam hal resolusi, Galaxy S4 mengalami peningkatan dari SIII, dari kamera 8MP menjadi 13MP. Namun resolusi hanya satu faktor, bagaimana kualitas keseluruhan dari S4, apakah lebih bagus dari pendahulunya? Yang jelas, banyak fitur yang ditambahkan oleh Samsung. Kita lihat dulu dari antarmuka, yang terlihat lebih simpel dari sebelumnya. Kini untuk foto dan video disatukan antarmukanya, dengan dua tombol shutter di sebelah kanan. Di bawah kedua tombol shutter, ada Mode, yang terdiri dari beberapa Mode yang menjadi salah satu keunggulan Galaxy S4 yakni Auto, Beauty Face, Best Photo, Drama, Animated Photo, Rich Tone (HDR), Eraser, Panorama, Sport, Best Face, Sound & Shot dan mode Night. Ada informasi sekilas penjelasan mengenai tiap Mode jika Anda memilihnya.

1069_27916_1_mid 1069_27917_1_mid

Dari mode-mode yang disebutkan di atas, mungkin yang paling menarik adalah:
Drama Shot: memungkinkan pengguna untuk melihat semua aktivitas dalam satu gambar, jadi misalkan Anda memotret sebuah motor yang sedang berjalan, motor tersebut akan jadi banyak.

1069_27918_1_mid

Animated Photo: memungkinkan pengguna untuk mengambil serangkaian foto, dan memilih salah satu bagian di gambar tersebut untuk bergerak, sementara bagian lain tetap diam. Sebelum disimpan, Anda akan diminta untuk memilih mana yang bergerak, mana yang freeze atau diam. Gerakannya bahkan bisa dimaju-mundurkan. Hasilnya ada dalam format .gif dengan resolusi 764×430 piksel saja, namun cukup lucu dan menarik.

1069_27919_1_mid

Eraser: mode ini berguna untuk menghapus objek bergerak. Misalkan Anda sedang difoto, namun tiba-tiba ada orang lewat, nah orang tersebut bisa dihapus.

1069_27920_1_mid

Selain Mode, ada juga fitur Dual shot, yang memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar/video dari kedua kamera (depan+belakang) secara bersamaan. Pengguna dapat memilih bermacam-macam pigura/frame yang ada sebagai inset bagi sebuah foto. Foto inset berukuran kecil ini bisa dipilih, dari kamera depan atau belakang. Pigura/framenya ada Stamp (perangko), Oval Blur, Fisheye dan lain-lain. Foto tersimpan dalam resolusi 4096×2304 piksel. Ukuran inset bisa diperbesar dan bisa dipindah-pindahkan, bahkan saat Anda sedang merekam video. Waktu merekam video dengan mode dual shot juga Anda bisa menukar posisi untuk foto inset dan foto utama, apakah menggunakan kamera depan atau belakang.

1069_27921_1_mid

Ada beberapa fitur dan pengaturan, baik itu untuk kamera, perekaman video maupun pengaturan umum. Misalkan resolusi, burst shot, deteksi wajah, metering, ISO, anti shake dan auto Night detection. Untuk pengaturan resolusi, hanya ada resolusi video dan stabilisasi video. Sementara pengaturan umum ada GPS tag, waktu review, mengaktifkan tombol volume sebagai tombol zoom atau kamera, timer, white balance, tingkat eksposur, guidelines, flash, voice control dan Contextual filename. Selain menggunakan tombol di layar dan tombol volume, untuk memotret Anda bisa menggunakan perintah suara, dengan perintah Smile, Cheese, Capture atau Shoot. Autofokus bersifat berkesinambungan, Continous AF, bisa juga manual dengan menyentuh objek pada layar. Mode Burst bisa diaktifkan dengan menahan tombol shutter.

Ada mode slow motion dan fast motion pada video. Untuk slow-mo, ada 3 tingkatan yakni diperlambat 2x, 4x dan 8x. Format resolusi video diturunkan mnjadi 720p, namun kualitasnya tidak seperti 720p dalam mode normal, gambarnya lebih kasar. Hasil Perekaman Video normal untuk per menitnya menghasilkan file sebesar 125MB, dengan bitrate 17000kbps dan framerate 30 frame per detik. Video yang dihasilkan cukup mulus dan jernih.

 

 

Galeri Foto
Tampilannya ada 3 jenis, normal (Folder) dan mode spiral. Foto bisa disusun berdasarkan album, time, lokasi, orang (menggunakan face recognition), grup dan favorit. Jika membuka sebuah folder/Album, tampilannya terbagi dua, dengan album-album di sebelah kiri dan foto-foto di dalam album yang dipilih ada di sebelah kanan, memanfaatkan luasnya layar Galaxy S4. Foto-foto yang ada bisa ditambahkan tag wajah teman Anda, bisa diberi catatan tulisan tangan Anda di balik foto (seperti pada foto betulan), di-rotate dan di-crop atau diedit menggunakan editor bawaan Android. Yang cukup menarik adalah fitur Detect Text, fitur ini bekerja cukup baik, jika Anda memilih bahasa yang benar dan sesuai dengan teks, teks juga sebaiknya jangan terlalu kecil atau terlalu banyak.

1069_27923_1_mid1069_27925_1_mid

 

 

Pemutar Video
Seperti yang sudah-sudah, Pemutar Video di jajaran Galaxy S selalu diperhatikan dengan baik oleh Samsung. Dari sejumlah video 1080p yang kami masukkan ke Galaxy S4 (.mp4, .mkv, .wmv, .avi, .mov) hanya file .mov yang tidak bisa terbaca di aplikasi video terdedikasi ini. File .M2ts (file bluray) yang di-rename menjadi .mp4, serta sebuah video .mkv 720p 60 fps semua diputar dengan amat lancar. Untuk Subtitel berformat .srt bisa dibaca dengan sempurna, bahkan memiliki banyak pengaturan, yakni sinkronisasi, pemilihan file subtitle, jenis, ukuran dan warna huruf, serta warna latar di subtitle agar lebih murah terbaca. Video bisa dilihat berdasarkan thumbnail, list dan folder.
.
Dalam mode thumbnail, Galaxy S4 menunjukkan kekuatannya. Tiap video dibuatkan thumbnails berupa preview gambar bergerak dari isi video yang diwakili oleh thumbnail tersebut. Sementara itu fitur-fitur yang ada antara lain chapter preview (dengan Air View), trim, tag buddy, video auto off, play speed, sound alive (virtual 7.1 channel dan setingan ekualiser lainnya), dan Smart Pause (Otomatis menghentikan video sesaat ketika perangkat mendeteksi kalau wajah Anda menjauh atau menengok dari layar. Ketika Anda kembali menatap layar, video kembali dimainkan). Ada fitur Pop up Play , fitur ini memungkinkan pengguna yang sedang menonton video untuk mengecilkan layar video yang memudahkan Anda untuk melakukan aktivitas lain secara bersamaan. Video akan tetap berjalan di saat Anda sedang melakukan kegiatan lainnya (browsing, chatting, email,dll). Posisi pop up layar video tersebut dapat Anda pindah sesuka hati, lalu bisa diperbesar dengan pinch to zoom. Performanya lancar-lancar saja.

1069_27928_1_mid 1069_27929_1_mid 1069_27927_1_mid

 

Pemutar Musik

Pemutar musik bawaan pada Galaxy S4 ada dua buah, yakni pemutar musik dari Google dan pemutar musik bawaan buatan Samsung. Untuk pemutar musik bawaan Samsung, sebetulnya tidak beda jauh, hanya lebih dipermanis saja. Lagu-lagu yang ada di Music Player dapat Anda lihat berdasarkan kategori seperti: all, playlist, album, artists, music square, dan folder. Mengenai music square, fitur ini membagi music berdasarkan jenis nadanya, passionate, exciting, calm atau joyful. Sedangkan fitur-fitur lainnya adalah Sound Alive (equalizer pop, rock, virtual 7.1 channel, custom dan sebagainya), menampilkan lirik lagu, mengubah kecepatan pemutar musik dan auto off music player setelah jangka waktu tertentu.

 

1069_27931_1_mid 1069_27932_1_mid

 

Pengaturan suara SoundAlive memiliki berbagai pilihan ekualiser seperti pop, rock, dance, jazz dan sebagainya, serta tentunya ekualiser custom buatan Anda sendiri. Kualitas suara loudspeaker bagus, renyah dan kencang, terasa lebih kencang dari SIII, namun masih kalah dibandingkan stereo loudspeaker pada HTC One, baik dalam hal tenaga maupun kualitas suara. Mengenai kualitas suara via headset, keluaran suaranya cukup powerful, dengan kualitas yang bagus. untuk headset, Anda bisa melakukan kalibrasi dengan fitur AdaptSound. Caranya, Anda disuruh mendengarkan 100 jenis bunyi beep yang berbeda tingkat kejelasan suaranya, dan menjawab apakah bunyi-bunyi tersebut terdengar atau tidak. Dengan demikian ponsel akan mencocokkan frekuensi keluaran suara headset dengan pemutar musik Galaxy S4.

 

Konektivitas

  • GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
  • HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
  • Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac
  • Bluetooth 4.0
  • NFC dengan kemampuan S Beam
  • Infrared port (bisa menjadi Remote TV atau perangkat lain)
  • USB 2.0 dengan port MicroUSB, memiliki konektivitas MHL dan USB On The Go

.
.
Web Browser
Ada dua buah browser yakni Google Chrome dan browser bawaan. Browser bawaan mampu membuka banyak sekali tab, kami mencoba sampai 25 tab masih bisa ditambahkan. Pada bagian atas terdapat tombol back dan forward, kolom alamat website, bookmark, dan tab. Selain itu terdapat juga fitur Incognito browser yang memungkinkan Anda untuk melakukan browsing tanpa meninggalkan jejak seperti history, cookies, password, dan lain sebagainya, pengaturan tingkat kecerahan layar, Print dan Save for offline reading. Performa browsernya sangat lancar, tidak terasa lag saat melakukan scrolling dan zooming meskipun membuka website seperti TeknoUp versi desktop. Browser ini memiliki fitur Smart Scroll: Layar otomatis tergulung ke atas/bawah ketika Anda mendongak atau menunduk, namun fitur ini cenderung sulit diterapkan. Namun Anda bisa mengatur agar memiringkan ponsel bisa otomatis menggulung layar, yang lebih mudah dilakukan oleh ponsel ini. Fitur Air Gesture untuk menggeser-geser halaman web juga masih bisa dilakukan dengan lancar. Untuk kemudahan membaca sebuah artikel, ada fitur Reader, yang membuat artikel dibaca seakan-akan merupakan sebuah e-Book.

1069_27935_1_mid

 

 

Hasil Benchmark:
Quadrant Standart: 12645 poin

1069_27937_1_mid

 

 

AnTuTu: 27931 poin

1069_27938_1_mid

 

 

NenaMark 2: 59.9 frame per detik

1069_27939_1_mid

 

Multitouch Tester: maksimal 10 sentuhan

1069_27940_1_mid

 

 

Daya Tahan Batere
Tes Browsing: 36 menit habis 8 persen, menggunakan wifi, tingkat kecerahan 50 persen. Dengan kata lain dari 100-0% = 450 menit (7 jam 30 menit)

Tes Screenshot (selama kurun waktu melakukan screenshot untuk review ini, dimana hampir seluruh fitur dicoba, dan tenaga ponsel benar-benar diperas, layar menyala terus menerus): Dalam waktu 60 menit habis 23 persen (brightness 50%, Wifi only). Dengan kata lain dari 100-0% = 260 menit (4 jam 20 menit)

Video playback: tingkat kecerahan 50 persen, internet terhubung menggunakan WiFi, memutar video Full HD MKV selama 30 menit turun 7 persen. Dengan kata lain dari 100-0% = 428 menit (7 jam 8 menit).

Seluruh review daya tahan batere, ponsel dalam mode Normal, bukan dalam mode Power Saving. Fitur-fitur gestur menyala semua, internet terhubung via WiFi. GSM dimatikan. Mengenai panas, memang setelah dipakai kerja berat ponsel ini cukup panas, namun sejauh ini masih wajar, ponsel lain yang saya review seperti HTC One dan iPhone 5 bahkan lebih panas (mungkin karena bahan Aluminium yang digunakan oleh keduanya).
.
.
Kesimpulan
Dari luar, secara fisik boleh dibilang Galaxy S4 membosankan, apalagi dengan desain dan bahan bodi plastik yang tidak beda jauh dengan pendahulunya, Galaxy SIII. Feel premium yang didapat di iPhone 5, HTC One, Xperia Z, BlackBerry Z10, bahkan Oppo Find 5, tidak didapat di Galaxy S4. Namun, Galaxy S4 dilengkapi dengan berbagai fitur unik yang tidak ada di ponsel-ponsel yang disebutkan di atas, juga input dan pengontrolan ponsel yang menarik, dengan berbasis gerakan, gesture, maupun yang memanfaatkan kamera depan dan input suara. Fitur-fitur tersebut seharusnya cukup berguna di tangan yang tepat. Belum lagi faktor seperti layar Super AMOLED 1080p yang cemerlang, performa yang amat mumpuni, juga daya tahan batere yang cukup bagus. Dikarenakan fitur-fiturnya, baik dari software, hardware, maupun gimmick seperti Air View, Air Gesture dan sebagainya, boleh dibilang Samsung Galaxy S4 adalah smartphone tercanggih di dunia saat ini. Tidak salah jika Samsung memberikan tagline ”Life Companion” pada flagship mereka tahun ini.
.
Kelebihan

  • Performa bagus, dengan dukungan hardware teratas saat ini
  • Layar 1080p Super AMOLED 5 inci
  • Gimmick seperti Group Play, Air Gesture, Air View, Smart Pause serta Smart Scroll dan sebagainya
  • Menggunakan OS Android terbaru 4.2 dengan Antarmuka TouchWiz yang memiliki banyak fitur tambahan
  • Slot micro SD
  • Batere removable
  • Fitur kamera memiliki banyak mode, serta mode Dual Shot

.
Kekurangan

  • Desain tidak beda jauh dengan SIII
  • Bahan bodi dari plastik, tidak memberi feel premium seperti pesaingnya
  • Bodi licin dan mudah kotor terkena sidik jari
  • Tidak ada port HDMI
  • Tidak semua gimmick bekerja dengan lancar

.

SOURCE : teknoup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s